aqua

Gegara Corona Tradisi Penabuhan Gamelan Sekaten Cirebon Ditiadakan

Selain itu, ziarah ke Astana Gunung Jati diundur bulan Juni

Tradisi penabuhan gamelan sekaten di Keraton Kasepuhan Cirebon. (Foto: Net)

JABARNEWS | CIREBON - Tradisi penabuhan gamelan sekaten, Shalat Id dan juga grebeg syawal di Keraton Kasepuhan Cirebon, Jawa Barat tahun ini ditiadakan. Penghentian tradisi tahunan itu dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona atau Covid-19.

"Tradisi penabuhan gamelan sekaten di siti inggil setelah Shalat Idul Fitri ditiadakan karena imbas dari perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB)," kata Sultan Sepuh XIV Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat di Cirebon, Selasa.

Baca Juga:

Sultan Cirebon Surati Walikota Soal Perusakan Sultan Matangaji

Cagar Budaya Situs Matangaji Hancur, Sultan Cirebon Kecewa



Tidak hanya penabuhan gamelan sekaten yang ditiadakan, Sultan Arief menuturkan Shalat Idul Fitri di Masjid Agung Sang Cipta Rasa serta langgar agung juga tidak ada.

"Kami juga meniadakan buka pintu (open house) grebeg syawal dan ziarah ke Astana Gunung Jati diundur bulan Juni," ujarnya.

Semua yang dilakukan tersebut kata Sultan Arief, merupakan upaya pencegahan penularan COVID-19 yang saat ini masih terus meningkat.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Tradisi Penabuhan Gamelan gamelan Sekaten Keraton Kasepuhan Cirebon PSBB Cirebon Shalat Idul Fitri Pangeran Raja Adipati Arief Natadiningrat Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi