aqua

Padahal Masih PSBB Aktivitas Warga Meningkat, Ini Permintaan Pakar

Pakar kebijakan publik UPI minta Pemkot Bandung menganalisis dan mengkaji penyebab peningkatan aktivitas masyarakat

PSBB di Kota Bandung. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan oleh pemerintah beberapa waktu lalu membuat ruang gerak masyarakat dibatasi. Mulai dari diberlakukannya physical distancing hingga penutupan tempat umum.

Beberapa hari jelang Idul Fitri, penjual dan pembeli di beberapa pasar tak mengacuhkan protokol kesehatan dan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB demi berbelanja baju Lebaran.

Baca Juga:

Kasus Virus Corona di Indonesia, Presiden Jokowi: Semuanya Negatif

LMP Ciamis Pertanyakan Pengobatan Tradisional Diduga Tak Miliki Izin



Pakar kebijakan publik dari Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Prof Cecep Darmawan meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menganalisis dan mengkaji penyebab peningkatan aktivitas masyarakat meski pembatasan sosial berskala besar (PSBB) masih diperpanjang.

Dia menilai bahwa fenomena keramaian yang timbul di sejumlah lokasi adalah buah dari belum terpenuhinya konsekuensi ketika PSBB diterapkan sehingga banyak warga yang terpaksa harus ke luar rumah dan tidak menerapkan pembatasan fisik.

"Untuk masyarakat tertentu, yang misalnya mapan, mungkin PSBB di rumah gak terlalu jadi masalah. Tapi kelompok rentan, tanpa PSBB pun mereka kategorinya rentan, marjinal, itu harus dibantu. Apalagi bantuan itu harusnya nambah terhadap kelompok-kelompok yang rentan tadi," kata Cecep yang juga selaku Guru Besar Ilmu Politik UPI itu saat dihubungi di Bandung, Rabu (20/5/2020)
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : PSBB Bandung Raya PSBB Jabar Menteri Kesehatan Pemkot Bandung Ema Sumarna Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

DPRD Sergai Ingatkan Dinkes Waspada Masuknya Virus Corona

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi