aqua

Nunggak Iuran BPJS Kesehatan, Simak Info Ini

Terancam denda Rp30 juta.

Ilustrasi BPJS Kesehatan. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Peserta BPJS Kesehatan yang menunggak pembayaran iuran akan diberhentikan kepesertaannya sementara. Bahkan, dalam waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali atau setelah membayarkan iuran, peserta wajib membayarkan denda untuk tiap pelayanan kesehatan rawat inap yang diperolehnya.

Tidak tanggung-tanggung, denda yang dimaksudkan mencapai 5 persen, dengan ketentuan jumlah bulan tertunggak paling banyak 12 bulan dan besaran denda paling tinggi Rp30 juta.

Baca Juga:

Habib Rizieq Kabur Dari RS, Muannas: Jangan Dibiasakan Lewat Pintu Belakang

Asosiasi idEA Sambut Baik Kehadiran UU Omnibus Law Cipta Kerja



Hal itu tertuang dalam Peraturan Presiden Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Perpres Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan. Perpres ini ditandatangani 27 April 2020 dan dikeluarkan pada 7 Mei lalu.

Perpres ini pula membatalkan kenaikan iuran peserta BPJS per April 2020 setelah putusan Mahkamah Agung terbit. Namun, perlu diketahui, Perpres ini kembali akan menaikkan iuran peserta per 1 Juli 2020 untuk kelas I dan II, dan 1 Januari 2021 bagi kelas III peserta mandiri.

"Denda sebagaimana dimaksud pada ayat (5), yaitu sebesar 5 persen dari perkiraan biaya paket INA-CBGs berdasarkan diagnosa dan prosedur awal untuk setiap bulan tertunggak," tulis ayat 6 pasal 43 perpres tersebut, dikutip dari laman Cnnindonesia.com, Rabu (20/5/2020) di
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : BPJS Kesehatan Iuran BPJS Kesehatan Nunggak Iuran Denda Nunggak Iuran Jabarnews Berita Jawa Barat Menteri Hukum dan HAM Yasonna H Laoly

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi