aqua

Anggaran Covid-19 Bojongpincung Diduga Markup Hingga 20 Juta

Dugaan markup terlihat dari sisa belanja yang dianggarkan sebesar Rp107 juta

Kantor Desa Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, (Foto: Mul/Jabarnews)

JABARNEWS | CIANJUR - Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bojongpicung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, menuding adanya dugaan penggelembungan anggaran belanja penangan Covid-19 oleh segelintir oknum perangkat di desa tersebut.

Iwa Kartiwa sebagai penjabat Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Desa Bojongpicung menuding, dugaan markup tersebut terlihat dari sisa belanja sebesar Rp 20 juta dari yang dianggarkan sebesar Rp. 107.510.000.

Baca Juga:

Hujan Berintensitas Tinggi, Empat Daerah di Bandung Ini Banjir Parah

Keragaman Latar Belakang Pembina Pramuka Warnai KML di Bandung Barat



"Kepala Desa dan bendahara sulit membuktikan secara adminitrasi dan fisik barang yang dibeli," kata Iwa, kepada JabarNews, Rabu (20/5/2020).

Selain itu kata Iwa, dalam proses pembelanjaan barang kebutuhan untuk penangan Covid-19, kata dia, dilakukan langsung oleh bendahara di desa tersebut.

"Masa yang pegang uang bendahara dan belanja sendiri juga," ujarnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Bojongpincung Cianjur desa Bojongpincung Kabupaten Cianjur Penangan Covid Cianjur Jabarnews Berita Jawa barat

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi