aqua

Soal Pendidikan Dipaksa Gunakan Teknologi, Ini Kata DPR RI

Dengan adanya Covid-19 banyak sudut pandang dan inspirasi baru mengenai dunia pendidikan yang tidak disadari.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian. (Foto: DPR RI)

JABARNEWS | BANDUNG - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian meninta kepada seluruh pemerintah, dan lapisan stakeholdel untuk keluar dari zona nyaman. Pasalnya, akibat Covid-19 pendidikan di Indonedia dipaksa menggunakan teknologi dalam proses belajarnya.

"Virus ini telah memaksa kita untuk menggunakan teknologi dalam proses belajar mengajar. Apa yang tadinya tidak bisa, menjadi harus bisa. Seluruh stakeholder pendidikan, mulai dari siswa, guru, orangtua murid, pemda, dan kementerian harus berpikir out of the box dan keluar dari zona nyaman," kata Hetifah dalam diskusi Lembaga Progressive Democracy Watch (Prodewa) tentang kebijakan persoalan Pendidikan Nasional, Kamis (21/5/2020).

Baca Juga:

Empat Isu Aktual yang Direspon Ketua DPR

Rumor Paham Radikal Susupi KPK, Karena Pegawai Gunakan Celana Cingkrang



Dalam diskusi tersebut, dia menyampaikan dengan adanya Covid-19 banyak sudut pandang dan inspirasi baru mengenai dunia pendidikan yang tidak disadari.

Oleh karena itu, Hetifah mempertimbangkan mengenai usulan peleburan UU terkait pendidikan menjadi satu undang-undang rujukan utama yaitu UU Sisdiknas.

"Cetak biru pendidikanpun sedang kami bahas bersama Kemendikbud guna memberikan arahan pembangunan pendidikan nasional dalam jangka panjang," ungkapnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : DPR RI Hetifah Sjaifudian Pendidikan Indonesia Wabah Covid-19 Dampak Covid-19 Jabarnews berita Jawa Barat

berita terkait

Kiayi Maman Dipastikan Melenggang Lagi ke Senayan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi