aqua

Ampun Deh! Masih Saja Oknum Aparat Desa Tega Sunat Bansos

Besaran uang tunai yang dipotong, yakni mencapai Rp500 ribu dari yang diberikan pemerintah sebesar Rp600 ribu.

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Bantuan sosial mulai dibagikan kepada warga terdampak akibat pandemi Covid-19. Namun ada saja oknum yang memanfaatkan pembagian bansos dengan melakukan pungutan liar atau pungli.

Belum lama ini Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengingatkan Kabupaten Indramayu, Jawa Barat untuk merampungkan pembaruan Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Pembaruan itu mesti dilakukan agar penyaluran bantuan sosial (bansos) tepat sasaran dan menghindari terjadinya data ganda.

Baca Juga:

Merana Tinggal di Gubuk Seng, Kakek Ini Akhirnya Dapat Bantuan

Waduh! Tiga Daerah Jabar Ini Disorot KPK Soal Bansos



Terbaru, kasus penyelewengan penyaluran dana bantuan sosial atau Bansos dari Kementerian Sosial terjadi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Ada oknum aparat desa setempat yang melakukan pemotongan bansos tunai tersebut yang seharusnya diperuntukkan kepada warga.

Besaran uang tunai yang dipotong atau disunat tidak tanggung-tanggung, yakni mencapai Rp500 ribu dari yang diberikan pemerintah sebesar Rp600 ribu. 

Artinya, warga yang terdaftar sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM) terdampak Covid-19 hanya menerima bantuan Rp100 ribu.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Penyaluran Bansos Bansos Provinsi DTKS Indramayu Bansos Disunat Kabupaten Indramayu Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Kisah Pilu Kakek Sebatangkara yang Tinggal di Gubuk Seng

Pemda Dinilai Tak Serius Urus Data Terpadu Kesejahteraan Sosial

DPRD Jabar Soroti LKPJ Gubernur Soal Sektor Kesra

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi