aqua

Data Pemilih Bocor, IPO: Komisioner KPU Perlu Dirombak Total

Sebagai bentuk kelalaian menjaga keamanan data personal pemilih.

Pengamat Politik sekaligus Direktur Eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah. (Foto: IPO)

JABARNEWS | BANDUNG - Jutaan data penduduk Indonesia diduga bocor beredar viral di media sosial. Data tersebut disinyalir data pemilih tetap (DPT) yang dimiliki KPU RI.

Sebelumnya, akun Twitter @underthebreach pada Jum'at (22/5/2020), memposting pengakuan akan menampilkan 2,3 juta data kependudukan Indonesia dan pemilihan umum.

Baca Juga:

Rebutan Jatah Kursi Menteri

KPU Tetapkan Jokowi Sebagai Presiden Terpilih Periode 2019-2024



Menanggapi hal tersebut, pengamat politik sekaligus direktur eksekutif Indonesia Political Opinion (IPO), Dedi Kurnia Syah mendesak seluruh komisioner KPU RI diberhentikan sebagai bentuk kelalaian menjaga keamanan data personal pemilih.

"Jika benar ada kebocoran data personal, bukan data terbuka, maka ini jelas kelalaian luar biasa, karena menyangkut keamanan data sekaligus integritas KPU sebagai penyelenggara Pemilu, seluruh komisioner tersisa KPU RI sebaiknya diberhentikan sebagai bentuk tanggungjawab negara pada penduduk," kata Dedi dalam keterangan yang diterima jabarnews.com, Sabtu (23/5/2020).

Dedi menilai, bocornya data pemilih mengindikasikan negara gagal menjamin privasi warga negara. Menurutnya, bukan tidak mungkin jika sistem keamanan data terkait hasil Pemilu juga terancam mudah diretas.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : KOmisi Pemilihan Umum KPU RI DPT RI Bocor. IPO Indonesia Political Opinion Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Saksi Ahli IT KPU Pastikan Situng Tidak Dapat Dibobol Hacker

Tim Kuasa Jokowi-Ma'ruf dan KPU Pertanyakan Perbaikan Gugatan

Jokowi-Ma'ruf Menang, Ulama Purwakarta Ajak Masyarakat Bersatu

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi