aqua

GP Ansor Ingatkan Pemerintah Tentang Hal Ini Jika Terapkan New Normal

Memberlakukan new normal tanpa menghitung keberadaan pesantren, maka sama saja pemerintah ingin membunuh pesantren.

Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas mengingatkan pemerintah akan bahaya memaksakan tatanan kehidupan normal baru atau new normal di saat wabah Covid-19 masih merajalela. Terutama bagi kehidupan di Pondok Pesantren yang jumlahnya puluhan ribu.

Menurut pria yang akrab disapa dengan panggilan Gus Yaqut itu, di Indonesia ada sekitar 28 ribu pesantren dengan jumlah santri sekitar 18 juta orang.

Baca Juga:

Awas Termakan Hoaks soal Covid-19, Ini yang Perlu Dikenali

Tips Cegah Penularan Covid-19 saat Terima Barang dari Luar Rumah



Dengan kata lain, lingkungan pendidikan keagamaan ini menjadi kelompok yang rentan terpapar Covid-19 jika new normal diberlakukan.

"Pesantren sangat rentan jika diberlakukan new normal, sangat rentan untuk menjadi episentrum baru," ucap Gus Yaqut dalam diskusi secara virtual bertajuk Bincang Seru Menuju New Normal bersama Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas, Rabu (27/5/2020)

Pondok pesantren menjadi sangat rentan karena kondisi di lingkungannya yang mayoritas tidak besar. Banyak pesantren itu bangunannya sederhana.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : GP Ansor New Normal Nasib Pesantren Ketua Umum GP Ansor Yaqut Cholil Qoumas Gus Yaqut Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Menurut Ahli, Ini Penyebab Gempa Bumi M 5,9 Pangandaran

Astronom Sebut Alien di Exoplanet Pantau Kehidupan di Bumi

Penyintas Covid-19 Sebut Air Putih Bantu Dalam Penyembuhan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi