Buntut Kematian George Floyd, Kerusuhan Meluas Hampir ke Seluruh AS

George Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya ditindih lutut polisi yang menangkapnya di Minneapolis

Pengunjuk rasa di Atlanta, Georgia, Jumat (29/5/2020). (Foto: Getty Images/AFP)

JABARNEWS | BANDUNG - Dalam tiga hari terakhir, Amerika Serikat dilanda kerusuhan yang sangat parah dan mengerikan. Kerumunan pengunjuk rasa menyesaki tempat-tempat penting dan merusak fasilitas. Bahkan kantor polisi sampai dibakar pada malam ketiga demonstrasi atas kematian Floyd. Sejumlah gedung dijarah dan dirusak sebagai aksi protes warga, serta lebih dari 170 toko hancur. Dalam keadaan seperti ini banyak oknum yang mengambil kesempatan melakukan penjarahan.

Aksi protes buntut kasus kematian George Floyd meluas hampir ke seluruh Amerika Serikat. George Floyd adalah seorang pria kulit hitam yang tewas setelah lehernya ditindih lutut polisi yang menangkapnya di Minneapolis. Floyd ditangkap karena tuduhan menggunakan uang palsu. Kematian George di tangan polisi ini memicu kemarahan publik, khususnya warga kulit hitam. Mereka meminta pertanggungjawaban atas kasus pembunuhan tersebut.

Baca Juga:

Acungkan Jari Tengah Pada Polwan Oknum LSM Ini Mendekam di Bui

Amankan Aksi Unras, Ini Instruksi Kapolres Purwakarta



Empat oknum polisi Derek Chauvin, Tou Thao, Thomas Lane, dan J. Alexander Kueng yang bertanggung jawab atas kematian George memang dipecat keesokan harinya. Namun, mereka masih bebas berkeliaran. Akibat kejadian itu, gelombang unjuk rasa berdatangan dari berbagai kota di seluruh Amerika Serikat.

Seperti dikutip dari kompas.com, Reuters pada Sabtu, 30 Mei 2020 memberitakan bahwa ribuan demonstran menyerbu perimeter Barclays Center di New York. Di Brooklyn, polisi juga sempat melakukan sejumlah penangkapan demonstran pada Jumat, 29 Mei 2020. Demonstran diborgol lalu dimasukkan ke bus kota. Para demonstran bersorak dan memainkan musik hip hop.

Protes telah melanda sejumlah kota besar Amerika sejak Kamis, 28 Mei 2020. Massa turun ke jalan menuntut tindakan kebrutalan polisi dan pertanggungjawaban atas beberapa kematian warga kulit hitam di tangan mereka. Minneapolis dan St. Paul, yang dikenal sebagai “Kota Kembar” di Minnesota, dipenuhi oleh protes besar.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Unjuk Rasa George Floyd Kantor CNN Kerusuhan Demonstrasi Amerika Serikat Donald Trump Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Mahasiswa Papua di Bandung Unjuk Rasa Dengan Berjalan Kaki

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi