aqua

Gelombang Tinggi Menerjang Beberapa Hari Terakhir, Ternyata Karena Ini

Laksamana Muda Harjo menjelaskan bahwa siklon tropis yang belakangan lebih sering terjadi, karena pemanasan global (global warming)

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Video viral gelombang laut setinggi enam meter yang menghantam beberapa kawasan pesisir pantai di Indonesia hingga menimbulkan kerusakan. Pusat Hidrografi dan Oseanografi TNI Angkatan Laut, menjelaskan fenomena tersebut.

Pemicunya adalah adanya siklon tropis di selatan Samudra Hindia, yaitu topan Ampha dan Topan Mangga. Pada saat bersamaan ada spring tide dimana tunggang air naik tinggi sebagai fenomena pasang laut yang puncaknya pada 28 Mei lalu dan viral di media sosial.

Baca Juga:

Kembangkan Manajemen Talenta ASN, LAN: Proses Reformasi Birokrasi

Terlibat Bisnis Senjata Api Ilegal, Anjasmara Ditangkap Polda Jabar



"Jadi saat pasang sedang tinggi karena purnama, dihembus oleh angin kencang topan di selatan Samudra Hindia dengan kecepatan 50 knot, yang bisa menyebabkan gelombang tinggi 5-7 meter," ujar Menurut Kepala Pusat Hidrologi dan Oceanografi, Laksamana Muda TNI Harjo Susmoro.

Menurut data yang dimiliki oleh Pus Hidrosal, saat kejadian di pesisir Benoa Bali dan Pantai Lembar Lombok, pasang naik saat itu berketinggian 1,5 meter di Benoa dan Pantai Lembar setinggi 1,2 meter.

Siklon tropis Topan Amphan di Samudra Hindia Barat Laut Bengkulu, dengan pergerakan dari perairan selatan semenanjung Kerala India, bergerak ke arah timur laut dan luruh di daratan Bangladesh.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Gelombang Tinggi Laut BMKG Penyebab Gelombang Tinggi Samudra Hindia Pusat Hidrografi Pantai Lembar Lombok Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi