aqua

Menteri Desa Minta Penyaluran BLT Dana Desa Jangan Dirapel, Ini Sebabnya

BLT Dana Desa tersebut dimanfaatkan penerima untuk memenuhi kebutuhan bahan pokok, bukan malah dibelanjakan untuk hal-hal yang bersifat konsumtif.

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Untuk mencegah permasalahan terkait dengan keuangan di kemudian hari, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) melarang penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Dana Desa secara rapel.

Kementeriannya telah berkali-kali mengingatkan kepada bupati atau wali kota untuk tidak merapel penyaluran BLT Dana Desa dalam satu waktu guna menghindari masalah keuangan di kemudian hari.

Baca Juga:

Menteri Desa: Tidak Ditemukan Fakta Pemotongan BLT Dana Desa Termasuk Purwakarta

Kabar Gembira, Besaran Total BLT Dana Desa Naik



"Jangan dirapel, karena pegang duit itu butuh latihan," kata Menteri Desa PDTT Abdul Halim Iskandar dalam konferensi pers melalui webinar di Jakarta, Selasa (2/6/2020).

Kementeriannya tidak ingin menemui banyak kendala dalam penyaluran bantuan hanya karena pencairannya dilakukan secara sekaligus.

"Misalnya sekarang Juni, kemudian April, Mei, dan Juni dijadikan Rp1,8 juta sekali cair. Ini juga akan jadi masalah," katanya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Menteri Desa BLT Dana Desa Menteri Desa PDTT Kemendes PDTT Penyaluran BLT Dana Desa Dirapel Abdul Halim Iskandar Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Info Terbaru Syarat Pencairan Dana Desa

Instruksi Menteri Terkait BLT Dana Desa Diterbitkan, Ini Isinya

DPMD Purwakarta: BLT Dana Desa Berupa Uang, Bukan Sembako

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi