Anda Peserta Kartu Prakerja? Simak Info Ini

Kartu Prakerja saat ini merupakan program semi bantuan sosial, yang anggarannya sudah ditetapkan dalam APBN 2020.

Ilustrasi- Kartu Prakerja. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Direktur Kemitraan dan Komunikasi PMO Kartu Prakerja, Panji Winanteya Ruky, mengakui belum bisa memastikan kapan pelatihan tatap muka bisa dilakukan di dalam tatanan kenormalan baru. Sejauh ini program pelatihan prakerja sendiri masih dilaksanakan secara online.

Dia mengatakan, butuh persiapan khusus untuk melaksanakan pelatihan langsung secara tatap muka kepada peserta Kartu Prakerja. Meskipun penyebaran Covid-19 di sejumlah wilayah sudah menunjukkan adanya penurunan atau masuk kategori greenlight.

Baca Juga:

Mendikbud Izinkan Sekolah Dibuka Lagi, Ini Syaratnya

Layananan Perpajakan Tatap Muka Kembali Dilakukan, Catat Waktunya



"Jadi memang sudah jadi arahan komite untuk siapkan pelatihan offline atau tatap muka. Tapi ini butuh persiapan, karena kalau pun ada yang beberapa daerah greenlight, tapi masih ada risiko penularan. Dan persiapan harus sesuai protokoler kesehatan tatap muka," kata Panji dalam video conference di Jakarta, Senin (8/6/2020).

Panji menjelaskan program Kartu Prakerja saat ini merupakan program semi bantuan sosial, yang anggarannya sudah ditetapkan dalam APBN 2020. Adapun setiap peserta akan menerima manfaat total Rp 3,55 juta. Sementara dalam pelatihan offline, rata-rata nilainya bisa mencapai Rp 5 juta per pelatihan.

"Bantuan pelatihan untuk peserta hanya Rp 1 juta, tapi kenyataannya pelatihan offline lembaga pelatihan rata-rata nilainya Rp 5 juta, dari Rp 3 juta sampai Rp 7 juta. Sekarang online tidak bisa mengakses pelatihan offline," jelasnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Tatap Muka Pelatihan Kartu Prakerja Kartu Prakerja Peserta Kartu Prakerja Program Bantuan Pemerintah Panji Winanteya Ruky Pandemi Covid-19 Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi