aqua

MK: Korupsi Selama Wabah Covid-19 Dapat Dihukum Mati

Masyarakat memiliki tanggung jawab mengontrol dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19.

Gedung Mahkamah Konstitusi. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Aswanto mengingatkan tindak pidana korupsi dalam kondisi darurat, seperti wabah COVID-19, dapat diancam dengan hukuman mati.

"Korupsi dalam kondisi darurat bisa diperberat. Melakukan tindak pidana korupsi dalam kondisi darurat hukumannya bisa hukuman mati," kata Aswanto dalam kuliah umum daring bertema "Menuntut Hak dan Menjalankan Kewajiban Konstitusional di Tengah Pandemi COVID-19", Selasa (9/6/2020).

Baca Juga:

Bertahan Ditengah Pandemi, Kodim 0608 Cianjur Tanam Padi Perdana

Soal Pendidikan Dipaksa Gunakan Teknologi, Ini Kata DPR RI



Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dalam Pasal 2 Ayat (2) berbunyi: "Dalam hal tindak pidana korupsi sebagaimana dimaksud dalam Ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan."

Aswanto menekankan masyarakat memiliki tanggung jawab mengontrol dan mengawasi penggunaan anggaran penanganan COVID-19 yang cukup besar, yakni hingga mencapai Rp677,2 triliun.

Meski anggaran penanganan COVID-19 begitu besar, Guru besar Ilmu Pidana Universitas Hasanuddin itu menyebut terdapat keluhan mahalnya biaya tes swab yang harus dibayar sendiri.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Pelaku Korupsi Wabah Covid-19 Dihukum Mati Wakil Ketua Mahkamah Konstitusi Aswanto Anggaran Covid-19 Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Rapid Test, Jumlah Positif Covid-19 di Subang Kini Jadi 73 Orang

Inilah Prediksi LSI Denny JA Terkait Era Normal Covid-19

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi