Pusat Studi Unpad Sebut Pemerintah Perlu Perhatikan Dua Dimensi Keamanan

Perlunya dukungan SDM prajurit secara kuantitas dan kualitas, serta peralatan penunjang patroli

Ilustrasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Pusat Studi Kemanan dan Global Universitas Padjadjaran (Unpad), penanganan masalah keamanan perbatasan dapat dilihat dari 2 dimensi, yaitu keamanan tradisional dan keamanan non-tradisional.

Kepala Pusat Studi Kemanan dan Internasional, Yusa Djuyandi mengatakan penanganan berdasar pada dimensi keamanan tradisional yang dilakukan dengan memperkuat patroli dari perangkat militer Indonesa.

Baca Juga:

Akademisi Kritik Pemkot Cimahi Soal Antisipasi Penyebaran Covid-19

Yuk Kenalan Dengan Muhammad Yusuf, Pencetus Alat Rapid Test 2.0



"Keamanan tradisional dilakukan dengan memperkuat patroli TNI di darat, laut dan udara," ujar Yusa Djuyandi, Rabu (10/6/2020).

Ia menambahkan dengan demikian perlunya dukungan SDM prajurit secara kuantitas dan kualitas, serta peralatan penunjang patroli perbatasan.

"Peralatan seperti Drone/UAV, pencitraan satelit, kapal dan pesawat patroli," kata Yusa.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Studi Unpad Universitas Padjadjaran Pusat Studi Kemanan Keamanan Tradisional Keamanan non-tradisional Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Soal Kesalahan Data Bangub, Ini Kata Pengamat

Unpad Perpanjang Masa Studi dan Bebaskan Uang Kuliah

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi