PKB Usulkan Hal Ini Dalam Revisi RUU Pemilu

Pengalaman di 2014 dan 2019 menunjukkan betapa masyarakat begitu terbelah.

Ilustrasi- PKB (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mengajukan ambang batas pencalonan presiden-wakil presiden (presendential threshold) diturunkan menjadi 10 persen dalam revisi Undang-Undang (RUU) Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum (Pemilu). PKB ingin banyak pasangan calon (paslon) bertarung pada Pemilu 2024.

“Dengan demikian rakyat lebih banyak opsi untuk memilih pemimpin mereka,” kata Sekretaris Fraksi PKB DPR Fathan Subchi di Jakarta, Rabu (10/6/2020).

Baca Juga:

DPW PKB Jabar Lakukan Bimtek LHKPN Bagi Caleg Terpilih

Kader PKB di Parlemen Akan Dipecat Jika Tidak Bisa Mewakili Aspirasi Rakyat



Wakil Ketua Komisi XI itu mengungkapkan PKB tak ingin pengalaman Pemilu 2014-2019 terulang. Presidential threshold 20 persen membuat pesta demokrasi berpotensi besar cuma diikuti dua paslon. Hal ini dianggap cukup berisiko terhadap soliditas bangsa.

“Pengalaman di 2014 dan 2019 menunjukkan betapa masyarakat begitu terbelah. Bahkan hingga saat ini kalau kita lihat di media sosial aroma perpecahan itu masih terasa,” ungkap dia.

Kondisi berbeda jika presidential threshold ditetapkan sebesar 10 persen. Partai tak perlu membuat koalisi gemuk untuk mengajukan capres-cawapres. Potensi pertikaian antarpendukung pun bisa diminimalkan.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : PKB Revisi RUU Pemilu Pilpres 2024 Wakil Ketua Komisi XI Sekretaris Fraksi PKB DPR RI Fathan Subchi Jabarnews Berita Jawa Barat Partai Kebangkitan Bangsa

berita terkait

DPW PKB Jawa Barat Berbagi Takjil Gratis Selama Ramadan

Pileg 2019, Kursi PKB Jabar Naik Hampir 100%

Bangun Sinergitas Program KKBPK, DPPKB Purwakarta Gelar Rakerda

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi