aqua

Blak-blakkan PLN Mengapa Tagihan Listrik Membengkak

Tagihan April dan Mei PLN menggunakan mekanisme pencatatan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

Petugas PLN mengecek meteran listrik. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Polemik tarif listrik yang membengkak ditengah pandemi corona terus bergulir. PT. PLN pun berkali-kali mengklarifikasi bahwa pihaknya tidak menaikkan tarif listrik sejak beberapa tahun silam.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelayanan Pelanggan PLN, Bob Sahril mengatakan tagihan tarif listrik naik beberapa bulan terakhir karena adanya pengalihan (carry over) biaya lebih yang seharusnya dibayar pengguna atau konsumen.

Baca Juga:

Pasca Listrik Padam, KAI DAOP 2 Kembali Beroperasi

Masih Ada Pemadaman Listrik Bergilir di Jabar



"Kami memastikan tarif dasar listrik seluruh golongan tidak naik. Kenaikan tagihan listrik pelanggan dinilai terjadi karena adanya kenaikan pemakaian dari pelanggan itu sendiri," ungkapnya.

Hal itu dikarenakan adanya pembatasan sosial berskala besar (PSBB), sehingga petugas PLN tidak bisa melakukan pencatatan meter ke rumah pelanggan. Untuk itu, tagihan April dan Mei PLN menggunakan mekanisme pencatatan rata-rata tiga bulan sebelumnya.

"Kita melakukan rata-rata pembacaan tiga bulan ke belakang untuk dapat angka stand meter pada Maret untuk tagihan April. Jadi kita minta rata-ratanya Desember, Januari dan Februari," kata Bob melalui telekonferensi, Kamis (11/6/2020).
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : PLN KWH PLN Pelanggan PLN Laporan Penggunaan PLN PT PLN Persero Listrik Membengkak Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Meski Listrik Padam, Pelayanan Tol Palikanci Tetap Prima

17 GITET Dinyalakan PLN, Ini Daerah Yang Sudah Menyala

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi