Live Stream Bandung 132 TV


Soal Penolakan Rapid Test Di Pasar Cileungsi, Ini Kata Ketua DPRD Bogor

Salah satu cara untuk mendeteksi sedini mungkin pasien positif baru adalah dengan melakukan tes cepat.

PD Pasar Tohaga bersama Muspika Cileungsi saat melakukan sosialisasi kepada pedagang dan masyarakat terkait protokol kesehatan Covid-19. (Foto: Net)

JABARNEWS | BOGOR - Ketua DPRD Kabupaten Bogor, Rudy Susmanto menganggap penolakan tes cepat atau rapid test massal virus corona oleh pedagang Pasar Cileungsi Kabupaten Bogor, Jawa Barat akan mengganggu penanggulangan COVID-19.

"Kalau tidak begitu, dari mana bisa mengetahui tingkat reproduksi efektinya (Rt). Masyarakat juga harus paham kalau ini bukan untuk menakuti, tapi mendeteksi sedini mungkin,” ujarnya di Cibinong, Kabupaten Bogor, Kamis (11/6/2020).

Baca Juga:

Walah, Stok Peti Mati Jenazah Covid-19 di Karawang Habis

Terlambat Dapat Pelayanan Medis, Pasien COVID-19 di Garut Meninggal



Menurutnya, penolakan itu akan mengganggu upaya Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kabupaten Bogor, dalam menekan angka Rt untuk menuju fase normal baru. Pasalnya, salah satu cara untuk mendeteksi sedini mungkin pasien positif baru adalah dengan melakukan tes cepat yang dilanjutkan dengan swab test atau tes usap jika reaktif tes cepat.

“Kami sayang dengan masyarakat. Memang harus melakukan tes sebanyak mungkin," sebut politisi Partai Gerindra itu.

Berdasarkan catatan gugus tugas, Rt Kabupaten Bogor saat ini masih pada angkat 1,2 poin. Sementara daerah yang diperbolehkan masuk ke fase normal baru yaitu bagi yang angkanya di bawah 1 poin.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Penolakan Tes Cepat Rapid Test DPRD Kabupaten Bogor Ketua DPRD Kabupaten Bogor Pasar Cileungsi Pedagang Pasar Cileungsi Pasien Covid-19 Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Tempat Tidur di RS Kota Bandung Bertambah 36 Persen

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi