Dugaan Korupsi Dana Pokir-BOP DPRD Garut, Legislator Mangkir dari Panggilan Kejari

Terdapat dua anggota DPRD Garut yang menjalani pemeriksaan, namun salah satu legislator tak dapat hadir dalam pemanggilan tersebut

Kasi Pidsus Kejari Garut Deni Marincka Pratama. (Foto: Net)

JABARNEWS | GARUT - Kejaksaan Negeri Garut kembali melakukan pemeriksaan terkait dugaan korupsi dana pokok pikiran (Pokir) dan Biaya Operasional (BOP) DPRD Garut.

Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejaksaan Negeri Garut, Deni Marincka Pratama mengatakan penanganan kasus tersebut terdapat dua orang anggota DPRD yang dipanggil untuk dimintai keterangan. Pihaknya berjanji akan membuka tabir dalam kasus tersebut.

Baca Juga:

Evakuasi Ponpes Roboh di Cianjur Dilanjutkan, PUPR Turunkan Alat Berat

Atasi Stunting, KKP Mudahkan Warga Dapatkan Protein Dari Ikan Laut



“Ya, dua orang anggota DPRD Garut menjalani pemeriksaan di ruangan Pidana Khusus (Pidsus) terkait dugaan tindak pidana korupsi BOP, Pokir," paparnya.

Kejaksaan melakukan konfirmasi terhadap dua anggota DPRD Garut periode kemarin, dimana setiap harinya akan ada dua anggota dewan yang akan dimintai konfirmasi serta keterangannya seputar BOP dan Pokir. Namun, sambung Kasi Pidsus, dari dua orang yang kita panggil, yang datang hanya satu orang, yang satunya atas nama Tatang Sumirat mangkir.

“Jadwalnya hari ini, dan tidak hadir itu ya mangkir, dimana mangkir itu kan tidak datang pada tepat waktu. Kalau mau datang besok bukan jadwalnya,” jelasnya singkat.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kejaksaan Negeri Garut Kejari Garut Dugaan Korupsi Dana Pokir DPRD Garut Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Pesantren di Cianjur Roboh, Satu Orang Dinyatakan Hilang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi