aqua

BPK: Risiko Korupsi dalam Program Covid-19 Berpotensi Meningkat

Situasi pandemi menjadi ujian tersendiri bagi kegiatan pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) menyebutkan adanya potensi peningkatan risiko integritas dari program pemerintah dalam menanggulangi dampak virus Covid-19 tahun ini.

Anggota III BPK Achsanul Qosasi mengatakan risiko integritas yang dimaksud berupa kecurangan, korupsi dan penyalahgunaan kewenangan yang berpotensi meningkat. Pada akhirnya, kerugian keuangan negara juga berpotensi membesar.

Baca Juga:

BPK Periksa Penggunaan Anggaran Penanganan Covid-19, Catat Tanggalnya

Inilah 5 Anggota BPK RI Terpilih 2019-2024



"Risiko integritas ini, penyelenggara negara memanfaatkan situasi fraud untuk kepentingan politik. Inilah yang disebut aji mumpung karena dianggap kejadian luar biasa," katanya dalam laman resmi BPK, Rabu (24/6/2020).

Situasi pandemi, lanjutnya, menjadi ujian tersendiri bagi kegiatan pemeriksaan keuangan yang dilakukan BPK. Pasalnya, proses pelaksanaan anggaran pada masa pandemi mengalami banyak perubahan dan dilakukan dalam rentang waktu relatif cepat.

Tak hanya itu, kegiatan pemeriksaan juga menjadi terbatas sehingga penggunaan teknologi informasi kini menjadi andalan auditor negara dalam menjalankan pemeriksaan penanganan Covid-19 dengan cara yang baik dan benar.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : BPK RI Risiko Korupsi Korupsi Anggaran Covid-19 Pandemi Covid-19 Badan Pemeriksa Keuangan Anggota III BPK Achsanul Qosasi Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Danwingtek Menerima Kunjungan Tim Wasrik BPK Di Subang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi