Bareskrim Polri Tolak Rekomendasi WHO 5.4 dan 5.5

Tentang rencana legalisasi narkotika jenis ganja.

Ilustrasi- Tanaman ganja. Bareskrim Polri tolak rekomendasi WHO soal legalisasi ganja. (Foto: Bloomberg/Chris Roussakis)

JABARNEWS | JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri menggelar rapat soal legalisasi ganja bersama Badan Nasional Narkotika, Kementerian Kesehatan, Kementerian Luar Negeri, serta kementerian lainnya.

"Seluruh peserta rapat koordinasi tidak menyetujui terhadap rekomendasi WHO 5.4 dan 5.5 tentang rencana legalisasi narkotika jenis ganja," ujar Direktur Tindak Pidana Narkoba Badan Reserse Kriminal Polri Brigadir Jenderal Krisno Siregar melalui pesan teks dilansir dari laman Tempo.co, Sabtu (27/6/2020).

Baca Juga:

Heboh Kawin Kontrak di Bogor, Ridwan Kamil: Harus Kita Berantas

Polisi Akan Tutup Puluhan Tambang Ilegal di Gunung Halimun Salak



Berdasarkan hasil rapat, ada sejumlah alasan mengapa pemerintah kemudian menolak untuk melegalisasi ganja. Pertama, kata Krisno, ganja yang tumbuh di alam Indonesia berbeda dengan ganja yang tumbuh di negara lain seperti Eropa atau Amerika.

Krisno menjelaskan, dari hasil penelitian, ganja di Indonesia memiliki kandungan THC yang tinggi, yakni 18 persen dan CBD yang rendah yaitu 1 persen.

"Kandungan THC itu sangat berbahaya bagi kesehatan karena bersifat psikoaktif," kata dia.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Bareskrim Polri Rekomendasi WHO Legalisasi Narkotika Tanaman Ganja Jabarnews Berita Jawa Barat Krisno Siregar

berita terkait

Polisi Tangkap 5 Kurir Narkoba Jaringan Internasional

Bareskrim Polri Selidiki Penyebab Terjadinya Pemadaman Listrik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi