aqua

PMII Jabar Mengecam Tindakan Represif Aparat di Pamekasan

Padahal sudah jelas dalam Undang-undang di Indonesia, penyampaian pendapat di muka umum merupakan aktivitas yang legal dan dilindungi oleh konstitusi.

Aksi demonstrasi di depan kantor Bupati Pamekasan. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Jawa Barat mengutuk keras aparat kepolisian yang bertindak represif terhadap sahabat PMII Pamekasan saat melakukan aksi demontsrasi terkait tambang ilegal di Kabupaten Pamekasan, Jumat (26/06/2020).

Pengurus Koordinator Cabang PMII Jawa Barat, Fachrurizal menyayangkan dalam aksi mahasiswa itu sampai menimbulkan korban luka-luka. Menurutnya tindakan represif yang dilakukan oleh aparat kepolisian sudah melewati batas.

Baca Juga:

PMII Gelar Seminar Nasional Islam Indonesia di Sumedang

Immawan Randi Mahasiswa Kendari Tewas Tertembak saat Aksi Demo



"Kami mengecam, kami seluruh PMII se-Indonesia termasuk Jabar mengecam," ujarnya, Sabtu (27/6/2020).

Padahal sudah jelas dalam Undang-undang di Indonesia, penyampaian pendapat di muka umum merupakan aktivitas yang legal dan dilindungi oleh konstitusi. Sebagaimana hal tersebut termaktub dalam Pasal 28E UUD 1945 dan UU Nomor 9 Tahun 1998 tentang Kemerdekaan Menyampaikan Pendapat di Muka Umum.

"Kami meminta kepada aparat kepolisian untuk mengevaluasi prosedur dalam pengamanan aksi demonstrasi. Sehingga kasus-kasus serupa tidak terulang serta tidak menimbulakan korban di kemudian hari," jelasnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : PMII Jabar Demonstrasi Mahasiswa Fachrurizal Bupati Pamekasan Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi