aqua

Ada 1.854 Janda Baru di Cimahi Selama Pandemi Covid-19

Kategori wanita rawan ekonomi itu juga mencakup istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan dan menjadi tulang punggung keluarga.

Pengadilan Agama Kota Cimahi. (Foto: Net)

JABARNEWS | CIMAHI - Sebanyak 1.854 perempuan di Kota Cimahi, Jawa Barat baru saja menyandang status janda selama empat bulan terakhir atau selama masa pandemi Covid-19. Faktor ekonomi yang tak kunjung mapan menjadi pemicu paling dominan keretakan rumah tangga di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Pengadilan Agama (PA) Bandung memvonis 1.854 pasangan perkara perceraian selama virus corona mewabah yang didaftarkan ke Pengadilan Agama.

Baca Juga:

Ketua DPRD Jabar: Perda Lansia Akan Dikaji

Emil: Optimistis, Atlet Jabar Bawa Pulang Piala Olympic World Summer Games 2019



Sementara itu di Kota Cimahi, Kepala Bidang Sosial pada Dinas Sosial P2KBP3A Kota Cimahi, Agustus Fajar mengatakan, jumlah janda yang rawan ekonomi jumlahnya mencapai 1.854 orang.

Ia menjelaskan, yang masuk ke dalam kategori rawan ekonomi tak hanya janda. Kategori wanita rawan ekonomi itu juga mencakup istri yang ditinggal suami tanpa kejelasan dan menjadi tulang punggung keluarga.

"Kalau perempuan itu pencari nafkah utama di keluarganya, berarti masuk rawan sosial ekonomi," ucap Agustus kepada wartawan.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Virus Corona Covid-19 Ridwan Kamil Zona Merah Penyebaran Corona Rapid Test Massal Kota Cimahi Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal berita Hiperlokal

berita terkait

Harkonas 2019 Akan Dirayakan Di Jawa Barat

Jabar Masih Menjadi Favorit Para Investor

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi