Soal Kegiatan Sekolah di Kota Sukabumi, Achmad Fahmi: Dibagi Dua Shift

Setiap kelas maksimal hanya diisi oleh 18 pelajar.

Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, (Foto: Net)

JABARNEWS | SUKABUMI - Pelaksanaan kegiatan di sekolah atau kegiatan belajar mengajar (KBM) di Kota Sukabumi memasuki masa normal baru pada sektor pendidikan, mekanisme pembelajaran tatap muka langsung hanya tiga hari dalam sepekan.

"Sesuai dengan edaran dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, setiap kelas maksimal hanya diisi oleh 18 pelajar, baik di tingkat SD, SMP maupun SMA sederajat, sehingga dalam pelaksanaan KBM tatap muka di sekolah dibagi menjadi dua shift," kata Wali Kota Sukabumi Achmad Fahmi, di Sukabumi, Jawa Barat, Minggu (28/06/2020).

Baca Juga:

Miris! Hydrant Tak Berfungsi Capai 99 Persen di Sukabumi

Sidak, Satpol PP Sukabumi Dapati Bangunan Tak Berizin



Menurutnya, dengan dibagi shift dalam KBM ini sekolah harus menentukan jadwal, apakah nomor urut absen 1-18 masuk dari Senin hingga Rabu dan untuk nomer absen 18-36 masuk pada Kamis hingga Sabtu atau sebaliknya.

Di sisi lain, kata dia, untuk di Kota Sukabumi ada sejumlah sekolah yang pelajar dalam satu kelasnyaa diisi lebih dari 36 murid. Maka dari itu, Pemkot Sukabumi saat ini membuat desain pendidikan tatap muka di masa pandemi COVID-19 ini dan diharapkan pekan depan atau sekitar awal Juli sudah selesai.

Meskipun demikian, katanya, untuk KBM dengan tatap muka langsung antara guru dengan siswa masih ditunda dahulu, karena sektor pendidikan merupakan pintu terakhir yang akan dibuka di masa pandemi COVID-19 ini. Sehingga untuk sekolah umum dari tingkat SD hingga SMA sederajat belum bisa ditentukan kapan akan berakhir masa belajar di rumah.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kota Sukabumi Pemkot Sukabumi New Normal Walikota Sukabumi jabarnews Berita Jawa bart

berita terkait

Tidak Ada Izin Untuk Dirikan Minimarket Baru di Kota Sukabumi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi