aqua

Waduh! Mohammad Idris Dipanggil Bawaslu Kota Depok, Ada Apa Nih?

Seluruh kepala daerah yang kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020 dilarang melakukan mutasi para pejabat.

Bawaslu Kota Depok. (Foto: Net)

JABARNEWS | DEPOK - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) mengingatkan bahwa seluruh kepala daerah yang kembali mencalonkan diri pada Pilkada 2020 dilarang melakukan mutasi para pejabat. Aturan itu terhitung mulai 8 Januari 2020 atau enam bulan sebelum masa penetapan pasangan calon (paslon).

Namun, Wali Kota Depok Mohammad Idris malah melantik 39 Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok. Acara pelantikan berlangsung pada Jumat (26/6/2020) lalu. Atas dasar itu Mohammad Idris akan dipanggil Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Depok.

Baca Juga:

KPU Depok Ajukan Anggaran Rp64 Miliar Untuk Pilkada 2020

Disindir Lewat Spanduk, Begini Tanggapan Walikota Depok



Ketua Bawaslu Kota Depok, Lulu Barlini mengatakan pelantikan itu dianggap melanggar peraturan pemilu yang melarang kepala daerah melakukan mutasi dan promosi di saat sudah masuki tahapan pemilu.

“Ya benar, Wali Kota Depok kami panggil terkait pelantikan ASN pada Jumat (26/6/2020),” ujarnya.

Hal yang sama juga diutarakan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono. “Benar, besok pagi Pak Wali Kota dipanggil Bawaslu terkait pelantikan ASN. Nggak masalah, pelantikan itukan sudah seijin Kemendagri,” terang Sidik.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Pilkada Serentak pilkada Depok Pilkada 2020 Calon Independen KPU Depok Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini Berita Lokal Berita Hiperlokal

berita terkait

KPU Kabupaten Bandung Ajukan Dana 99 Miliar Untuk Pilkada 2020

Hadi Saeful Rizal: Membaca Arah Politik Karawang 2020

Seleksi Cawabup Bekasi, Adik Neneng Masuk Dalam Kandidat

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi