Rencana Merger Bank Syariah BUMN, Ini Usulan Muhammadiyah

Hendaknya dipertimbangkan dengan baik karena dapat membuat UMKM semakin tidak diperhatikan.

Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Anwar Abbas. (Foto: Dok. Humas Muhammadiyah)

JABARNEWS | JAKARTA - Pengurus Pusat Muhammadiyah menganjurkan penggabungan atau merger bank syariah milik bank BUMN tidak dilanjutkan untuk mendukung pengembangan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

"Kami mengharapkan pengelolaan perbankan syariah milik BUMN ini tidak perlu dimerger dan mereka oleh pemerintah difokuskan saja untuk menggarap dan memajukan UMKM dan tidak boleh masuk ke usaha besar," kata Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas dalam keterangan resmi, Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga:

Muhammadiyah tetapkan 1 Ramadhan jatuh pada 6 Mei

Immawan Randi Mahasiswa Kendari Tewas Tertembak saat Aksi Demo



Anwar menuturkan rencana Kementerian BUMN untuk menggabungkan bank-bank syariah hendaknya dipertimbangkan dengan baik karena dapat membuat UMKM semakin tidak diperhatikan.

Apalagi semakin besar sebuah bank, semakin besar pula kecenderungannya terdorong menyalurkan pembiayaannya kepada korporasi karena lebih praktis.

Biaya untuk membiayai korporasi relatif sama dengan usaha kecil sehingga akibatnya usaha-usaha kecil dan menengah akan terabaikan dan tidak terlayani.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : PP Muhammadiyah Merger Bank Bank Syariah BUMN Bank BUMN Ketua PP Muhammadiyah Anwar Abbas Menteri BUMN Erick Thohir Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Muhammadiyah Keluarkan Fatwa Haram Rokok Elektronik

Presiden Jokowi Bertemu dengan Tokoh Lintas Agama, Ada Apa?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi