Menurut MUI, Ini Plus Minus RUU Cipta Kerja

RUU Cipta Kerja harus benar-benar diarahkan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, adil dan makmur lahir dan batin.

Massa melakukan demonstrasi menolak Omnibus Law Cipta Lapangan Kerja (RUU Cipta Kerja) di depan gedung DPR. (Foto: law.justice.co)

JABARNEWS | BANDUNG - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyebut ada sisi plus dan minus dari Rancangan Undang-Undang atau RUU Cipta Kerja. RUU itu hingga kini masih dibahas Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan pemerintah.

"Berdasarkan arah pembentukan RUU Cipta Kerja sebagaimana diuraikan di atas, maka ditarik beberapa kemaslahatan yang dimaksudkan dalam pembentukan RUU," demikian pernyataan yang dikutip dari siaran pers resmi MUI pada Sabtu (4/7/2020).

Baca Juga:

Lagi, 212 Beraksi

Polda Jabar Bersama Kodam Siliwangi Perketat Keamanan Tempat Ibadah Di Jabar



Menurut MUI, dampak positif dari aturan omnibus law ini adalah fleksibilitas dan efesiensi birokrasi pemerintah pusat dalam menyelesaikan permasalahan. Selain itu, mereka melihat ada potensi penyerapan tenaga kerja dan penciptaan lapangan kerja baru.

Kemudian ada penyederhanaan kewenangan menteri sehingga ada penurunan jumlah peraturan menteri yang saat ini dipersoalkan. Sisi positif lain adalah pemangkasan izin yang masif dalam RUU Cipta Kerja membawa perubahan semakin mudah dan murahnya dalam berinvestasi.

Lalu memberikan kepastian hukum khususnya dalam proses pengurusan perizinan berusaha, dibandingkan aturan lain. Kemudian, kepastian hukum perlindungan hak masyarakat adat atas tanah ulayat. Terakhir peningkatan partisipasi masyarakat dalam sektor-sektor usaha yang ditentukan.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : RUU Cipta Kerja MUI Majelis Ulama Indonesia Omnibus Law Jabarnews Berita Jawa Barat Plus Minus

berita terkait

Dai Muda Purwakarta Dukung Wacana Fatwa Haram Game PUBG

MUI Kaji Sejumlah Game Online

Game PUBG Haramkah?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi