Balitbangtan: Kalung Eucalyptus Kementan Hanya Produk Jamu

Baru 3 produk yang memperoleh nomor paten BPOM yaitu kalung aroma terapi minyak roll on, serta inhaler.

Kalung kesehatan dari tanaman eucalyptus. (Dok. Kementan)

JABARNEWS | JAKARTA - Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian (Balitbangtan) Kementerian Pertanian RI menjelaskan terkait kontroversi produk yang berbahan dasar daun eucalyptus. Produk ini sebelumnya diklaim mempunyai potensi membunuh virus corona atau Covid-19.

Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Djufry mengungkapkan, ternyata izin paten produk yang diperoleh dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) hanya sebatas produk jamu.

Baca Juga:

Berkat Bantuan Pemerintah Karawang tetap Menjadi Lumbung Beras

Kemendesa PDTT Bersinergi dengan Kementan di Jawa Barat



"Ini tahapannya masih jamu, dan tidak melanggar aturan yang ada di Indonesia," kata dia saat konferensi pers secara daring, Senin (6/7/2020).

Adapun dari lima produk gagasan Kementan yang terdiri dari kalung aromatherapy, minyak roll on, balsem, oil diffuser, dan inhaler. Namun, baru 3 produk yang memperoleh nomor paten BPOM yaitu kalung aroma terapi minyak roll on, serta inhaler.

Dari izin dear, produk Eucalyptus baru sebatas jamu. Sedangkan bila digunakan sebagai obat antivirus Covid-19 harus melalui beberapa tahapan seperti uji pra-klinis dan uji klinis.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Balitbangtan Kalung Eucalyptus Kalung Anti Virus Kementan Produk Jamu Bunuh Virus Corona Kepala Balitbangtan Kementan Fadjry Djufry Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

KBB Dapat Alokasi Kegiatan RJIT Seluas 1.000 Hektare

Ribuan Bibit Bunga Lili Terindikasi Virus Dimusnahkan

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi