Rekapitulasi Suara Pemilu Diusulkan Gunakan Sistem Teknologi

Hasil perhitungan bisa selesai dalam waktu lebih pendek.

Ketua KPU Arief Budiman. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum (KPU) berencana untuk menerapkan sistem teknologi dalam proses rekapitulasi suara atau e-rekap. Langkah tersebut menjadi inovasi dalam Pemilihan Kepala Daerah 2020 yang diselenggarakan di tengah pandemi Covid-19.

Namun, untuk pemungutan suaranya, kata Ketua KPU Arief Budiman, masih dilakukan secara manual.

Baca Juga:

Debat Capres Bukan Arena Tinju

Lagi, KPU Rilis Caleg Mantan Terpidana Korupsi



“Kita jangan menghilangkan kultur pemungutan suara, itu (pemungutan suara) tetap dilaksanakan manual. Begitu pemungutan suara dihitung dan semua orang menyaksikan di TPS, hal ini yang menjadi ciri khas Indonesia dalam melakukan pemilihan untuk hak pilihnya. Nah pada proses perekapan, baru menggunakan teknologi informasi,” ujar Arief dalam diskusi daring pada Senin (6/7/2020).

Untuk itulah, KPU akan mendorong agar revisi UU Pemilu memuat aturan tentang e-rekap. Arief melihat, e-rekap bisa menghemat waktu selama proses perhitungan suara.

Jika sebelumnya secara manual membutuhkan waktu hingga puluhan hari, melalui e-rekap, hasil perhitungan bisa selesai dalam waktu lebih pendek. Keuntungan lainnya, kata Arief, e-rekap menghemat biaya lantaran tidak mengeluarkan anggaran untuk kertas.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Rekapitulasi Suara Pilkada 2020 E-Rekap KPU RI Ketua KPU Arief Budiman Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

KPU Kabupaten Tasik Temukan 1101 Susu Rusak

LHKPN Resmi Diumumkan, Siapa Yang Paling Kaya Dalam Pilpres 2019?

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi