Fatwa MUI soal Idul Adha Diterbitkan, Simak Isinya

Ibadah kurban tidak bisa diganti dengan uang atau barang.

Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh. (Foto: BNPB)

JABARNEWS | JAKARTA - Majelis Ulama Indonesia (MUI) menerbitkan fatwa nomor 36 Tahun 2020 tentang Salat Idul Adha dan Penyembelihan Hewan Kurban saat Wabah COVID-19. Fatwa disusun guna mencegah penularan virus corona.

"Fatwa ini dibahas dan ditetapkan untuk memastikan pelaksanaan Salat Idul Adha dan ibadah kurban sesuai ajaran agama dan tetap menjaga keselamatan, menjaga protokol kesehatan agar tidak berpotensi menyebabkan penularan COVID-19," ujar Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh dalam keterangan tertulisya, Jumat (10/7/2020).

Baca Juga:

Game PUBG Haramkah?

MUI Tidak Pernah Menerbitkan Fatwa Golput



Dalam fatwa tersebut tertulis sejumlah ketentuan misalnya untuk kurban. MUI dalam fatwa itu menyebut ibadah kurban tidak bisa diganti dengan uang atau barang, jika ada warga yang tetap melakukan, maka dianggap sebagai shadaqah.

"Ibadah kurban tidak dapat diganti dengan uang atau barang lain yang senilai, meski ada hajat dan kemaslahatan yang dituju. Apabila hal itu dilakukan, maka dihukumi sebagai shadaqah," tulis fatwa tersebut.

Fatwa juga mengatur soal tata cara penyembelihan hewan kurban. Pelaksanaan tersebut harus memperhatikan protokol kesehatan dan sebisa mungkin meminimalisir keramaian di lokasi penyembelihan.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Fatwa MUI Idul Adha Ibadah Kurban Majelis Ulama Indonesia Salat Idul Adha Penyembelihan Hewan Kurban Pandemi Covid-19 Sekretaris Komisi Fatwa MUI Asrorun Ni'am Sholeh Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Jelang Idul Adha, Dislutkanak Cianjur Periksa Hewan Kurban

Jelang Idul Adha Harga Ayam dan Telur di Cianjur Melonjak

Jelang Qurban, Harga Kambing Merangkak Naik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi