Dapat Tawaran Pinjaman Online Lewat SMS, Sebaiknya Baca Ini Dulu

Masyarakat untuk selalu berhati-hati dan tidak tergiur pinjaman yang tidak jelas asal-usulnya apalagi di tengah pandemi.

Ilustrasi- Tawaran pinjaman online lewat sms. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Fintech peer to peer (p2p) lending atau pinjaman online ilegal semakin marak di tengah pandemi Covid-19. Begitu banyaknya modus operandi fintech ilegal untuk menggaet korban membuat masyarakat tergiur dan tidak berpikir panjang mengambil pinjaman.

Salah satu contohnya melalui pesan singkat atau SMS. Deputi Direktur Pengaturan, Penelitian, dan Pengembangan Fintech OJK, Munawar Kasan, menyatakan jika masyarakat menerima SMS yang langsung menawarkan pinjaman dengan mengklik link, tanpa persetujuan pemilik gawai, sudah dipastikan itu ilegal.

Baca Juga:

Warga Cirebon Tukar Sampah Jadi Emas dengan Program Clean and Gold

OJK Minta Masyarakat Waspada Penipuan Berkedok Pinjaman Online



"Di tengah pandemi ini banyak yang kirim SMS, misalnya. Nawarin butuh uang untuk sekolah anak, klik link ini, dan lain-lain. Nah, itu dipastikan ilegal," ujarnya dalam diskusi daring, Senin (13/7/2020).

Munawar melanjutkan, pelaku fintech p2p yang legal dan terdaftar hukum tidak diperbolehkan menawarkan pinjaman atau beriklan tanpa seizin pemilik gawai dan pemilik nomor handphone.

Oleh karenanya, pesan singkat yang muncul dengan embel-embel menarik dipastikan bagian penawaran dari fintech p2p ilegal. Apalagi, ketika link diklik, calon korban bisa langsung meminjam uang dengan sangat mudah.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Tawaran Pinjaman Pinjaman Online Pinjaman Online Ilegal OJK Munawar Kasan Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

OJK Nilai Kinerja Layanan Jasa Kuangan Jabar Terjaga Baik

Mantap!! Laba Bersih bank bjb Tembus Rp. 803 Miliar

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi