Istilah New Normal Diganti Jadi Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Sebabnya

Undang-Undang Penanggulangan Bencana akan segera direvisi.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Pemerintah tak akan menggunakan istilah new normal yang kerap digunakan selama pandemi virus corona (Covid-19). Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, istilah new normal kini diganti dengan adaptasi kebiasaan baru.

"Soal new normal, setahu saya sudah dipertegas sekarang tidak gunakan new normal, sekarang istilahnya apa itu adaptasi dengan keadaan yang baru," kata Muhadjir di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (13/7/2020).

Baca Juga:

Gebyar Dikbud di Garut Dimeriahkan Siswa SLB

Gubernur Jawa Barat Usulkan SD hingga SMA Dibangun di Satu Lokasi



Dia mengakui, istilah new normal dan lockdown memang tak sesuai dengan undang-undang (UU). Muhadjir menjelaskan, jika merujuk pada UU Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, saat ini Indonesia seharusnya masuk dalam masa transisi rehabilitasi sosial ekonomi dan rekonstruksi sosial ekonomi.

Namun, kata dia, istilah itu tidak untuk menggambarkan bencana non alam, seperti pandemi corona. Untuk itu, UU Penanggulangan Bencana akan segera direvisi.

"Atas insiatif DPR Komisi VIII, maka UU 24/2007 ini akan segera direvisi dengan seiring perkembangan yang ada ini. Terutama karena kita sudah alami bencana wabah non alam ini," ujar Muhadjir.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : New Normal Adaptasi Kebiasaan Baru Menko PMK Muhadjir Effendy Undang-Undang Penanggulangan Bencana Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Puan Maharani Jadi Perempuan Pertama Menjabat Ketua DPR RI

Calon Pengantin Bakal Wajib Ikuti Program Ini

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi