Ini Penjelasan Pemerintah Soal Istilah Pengganti ODP dan PDP Covid-19

Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020.

Juru Bicara Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto. (Foto: Antara)

JABARNEWS | JAKARTA - Juru Bicara Gugus Tugas Nasional Percepatan Penanganan Covid-19, Achmad Yurianto, menjelaskan pengertian istilah baru saat update perkembangan kasus virus Corona.

Yurianto mengatakan, istilah baru digunakan mengacu pada Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/413/2020.

Baca Juga:

Peneliti ITB: Kasus Covid-19 Berakhir pada Pertengahan April

Usai Dimarah Jokowi, Ini yang Dilakukan Menteri Kesehatan



"Menyebutkan kasus suspek apabila ada kriteria; orang dengan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) yang akut dan dalam 14 hari terakhir sebelum timbulnya gejala, melaksanakan perjalanan atau tinggal di daerah di mana dilaporkan transmisi lokal terjadi," kata Yurianto saat jumpa pers di Graha BNPB Jakarta, Rabu (15/7/2020).

Yurianto melanjutkan, daerah dilaporkan memiliki transmisi lokal, adalah daerah berzona merah dan oranye. Karenanya, orang tersebut akan dilabei dengan istilah suspek.

Yurianto menambahkan, suspek memiliki definisi luas. Selain penjelasan di atas, seorang yang terkena kontak dekat dengan pasien positif, juga dikategorikan sebagai suspek.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Penjelasan Pemerintah Keputusan Menteri Kesehatan Istilah Baru Kasus Virus Corona Jabarnews Berita Jawa Barat Achmad Yurianto

berita terkait

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi