Live Stream Bandung 132 TV


Dalami Peran Makelar Tanah Kasus RTH Pemkot Bandung, KPK Lakukan Ini

KPK telah menetapkan tiga tersangka dalam kasus tersebut, yaitu mantan Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung HN serta dua mantan anggota DPRD Kota Bandung periode 2009-2014 KS dan TDQ.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Net)

Sekitar September 2012, diajukan kembali penambahan anggaran dari Rp57 miliar menjadi Rp123,93 miliar. Total anggaran yang telah direalisasikan adalah Rp115,22 miliar di tujuh kecamatan yang terdiri dari 210 bidang tanah.

Dalam proses pengadaan tanah itu, Pemkot Bandung tidak membeli langsung dari pemilik tanah, namun diduga menggunakan makelar, yaitu anggota DPRD Kota Bandung periode 2009–2014 Kadar Slamet dan Dadang Suganda.

Baca Juga:

Selama Ramadhan, Pendonor Darah di Cianjur Berkurang Sebanyak 50 Persen

Soal Sujud Freestyle, IPNU Purwakarta Tegaskan Ibadah Tidak Untuk Candaan



Proses pengadaan dengan perantara Dadang dilakukan melalui kedekatannya dengan Sekretaris Daerah Kota Bandung Edi Siswadi.

Edi telah divonis bersalah dalam perkara suap terhadap seorang hakim dalam terkait penanganan perkara korupsi bantuan sosial di Pemkot Bandung. Edi Siswadi memerintahkan Herry Nurhayat untuk membantu Dadang Suganda dalam proses pengadaan tanah tersebut.

Dadang kemudian melakukan pembelian tanah pada sejumlah pemilik tanah atau ahli waris di Bandung dengan nilai lebih rendah dari NJOP setempat. Setelah tanah tersedia, Pemkot Bandung membayarkan Rp43,65 miliar pada Dadang. Namun, Dadang hanya memberikan Rp13,5 miliar pada pemilik tanah.
Halaman selanjutnya 1 2 3 4
Tags : Makelar Tanah Kasus RTH Pemkot Bandung Komisi Pemberantasan Korupsi Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Santri di Cirebon Belajar Mengolah Sampah Dan Budidaya Maggot

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi