NU dan Muhamadiyah Mundur dari Organisasi Penggerak Kemendikbud, Ada Apa?

Ormas yang lolos seleksi akan diberi dana yang besarnya dibagi kategori.

Area gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Foto: Kompas.com)

JABARNEWS | JAKARTA - Dua lembaga pendidikan dari Organisasi Massa Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah menyatakan mundur dari Program Organisasi Penggerak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang digagas Menteri Nadiem Makarim.

Dua ormas Islam besar di Indonesia itu melihat ada kejanggalan di beberapa dari 156 lembaga pendidikan ormas yang nantinya akan mendapatkan hibah dana dari Kemendikbud, seperti ormas yang tidak jelas, hingga diduga perusahaan besar seperti Yayasan Putera Sampoerna dan Yayasan Bhakti Tanoto.

Baca Juga:

PBNU Protes, Ormasnya Disebut Radikal

LP Ma'arif PBNU Protes Kemendikbud, Gara-gara Disebut Radikal Di Buku Pelajaran



"Termasuk ada organisasi besar yang konon CSR suatu perusahaan, ada juga lembaga mungkin ada kedekatan dengan pejabat di dalam. Nah ini kita pertanyakan, apakah proses verifikasi dan seleksi ini transparan, bisa dipercaya," kata Ketua Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah PP Muhammadiyah, Kasiyarno kepada wartawan, Rabu (22/7/2020).

Sebagai informasi, program Organisasi Penggerak Kemendikbud merupakan program peningkatan kompetensi Pendidik dan Tenaga Kependidikan yang dilakukan ormas dengan hibah dana dari pemerintah senilai total Rp 595 miliar.

Ormas yang lolos seleksi akan diberi dana yang besarnya dibagi kategori. Kategori gajah diberi dana hingga Rp 20 miliar, Kategori Macan dengan dana hingga Rp 5 miliar, dan Kategori Kijang dengan dana hingga Rp 1 miliar.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Nahdlatul Ulama Muhammadiyah Program Organisasi Penggerak Kemendikbud Ormas Islam Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Inilah Alasan Presiden Jokowi Fokus Bangun Infrastruktur

Presiden Jokowi Dijadwalkan Buka Munas Alim Ulama NU di Kota Banjar

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi