Komisi X Tanggapi Pengunduran NU dan Muhammadiyah dari POP

Kemendikbud tidak bisa beralasan jika proses seleksi diserahkan kepada pihak ketiga sehingga mereka tidak bisa ikut campur.

Ketua Komisi X DPR RI Syaiful Huda, (Foto: drp.ri.go.id)

JABARNEWS | JAKARTA - Komisi X menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tidak bisa memandang remeh fenomena pengunduran diri LP Ma’rif NU dan Majelis Pendidikan Muhammadiyah dari Program Organisasi Penggerak (POP).

Dengan rekam jejak panjang di bidang pendidikan, pengunduran diri NU dan Muhammadiyah bisa memengaruhi legitimasi dari POP itu sendiri.

Baca Juga:

Icip-icip Light Meal Nusantara & Western Di Dimz Lounge

Batik Desain Kang Emil Ada di Pameran Legenda Batik Nusantara 2019



“Bayangkan saja lembaga pendidikan NU dan Muhammadiyah itu mempunyai jaringan sekolah yang jelas, tenaga pendidik yang banyak, hingga jutaan peserta didik. Jika sampai mereka mundur lalu POP mau menyasar siapa?” kata Ketua Komisi X DPR, Syaiful Huda dalam keterangannya, Rabu (22/7/2020).

Dia menegaskan, Kemendikbud tidak bisa beralasan jika proses seleksi diserahkan kepada pihak ketiga sehingga mereka tidak bisa ikut campur. Menurutnya Kemendikbud tetap harus melakukan kontrol terhadap mekanisme seleksi, termasuk proses verifikasi di lapangan.

“Pendidikan merupakan salah satu pilar kehidupan bangsa. Keberadaannya telah eksis sejak sebelum kemerdekaan. Tentu kita akan dengan mudah bisa membedakan mana entitas pendidikan yang telah berpengalaman dan mana entitas pendidikan yang baru eksis dalam empat lima tahun terakhir,” katanya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Komisi X DPR RI Syaiful Huda NU Muhammadiyah Program Organisasi Penggerak POP Kemendikbud Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Hati-hati Buku Ajar Kontroversi!

Ngantre!... Anggota DPR Kembali Terjerat Kasus Korupsi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi