Live Stream Bandung 132 TV


Dedi Mulyadi Merasa Kehilangan Sosok PRA Arief Natadiningrat

Kebudayaan tradisional di Cirebon tidak akan kokoh apabila tidak ada andil Kesultanan Kasepuhan khususnya PRA Arief Natadiningrat.

Budayawan Jawa Barat sekaligus Anggota DPR RI, Dedi Mulyadi. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Budayawan Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa kehilangan sosok Sultan Sepuh ke-XIV di Keraton Kasepuhan Cirebon, Pangeran Raja Adipati (PRA) Arief Natadiningrat. Almarhum dinilai telah konsisten menjaga kebudayaan tradisional leluhurnya.

"Beliau mampu menjaga tradisi di tengah gempuran pembangunan dan perkembangan industri di wilayah Cirebon saat ini," kata Dedi Mulyadi, Rabu (22/7/2020).

Baca Juga:

Blusukan Jokowi ke Bogor Tak Temukan Obat Covid-19, Bima Arya: Distributor Kosong

PPKM Darurat, Pemdes Wangunjaya Naringgul Gencar Semprotkan Disinfektan



Karena itu, sosok pemimpin sepertinya sangat diharapkan di Indonesia saat ini. Menurut Dedi, tradisi yang dilestarikan di Cirebon selama ini membuat kebudayaan masyarakat tetap terjaga. Pelestarian itu terutama melalui kegiatan-kegiatan kebudayaan yang dilakukan secara turun-temurun di Keraton Kasepuhan Cirebon.

"Keberadaan Keraton Kasepuhan yang dipimpin PRA Arief Natadiningrat di Cirebon menjadi penjaga garis kebudayaan. Sebagai orang yang memiliki tahta, ia menjaga kebudayaan tradisional dengan melestarikan ritual yang ada selama ini dan melalui pemikiran keilmuannya," ucap Dedi.

Seperti diketahui, PRA Arief Natadiningrat meninggal dunia pada Rabu 22 Juli 2020 setelah mengalami penurunan kondisi kesehatan. Almarhum sempat dirawat di rumah sakit sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir sekitar pukul 5.00 pagi.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Dedi Mulyadi Sultan Sepuh XIV Keraton Kasepuhan Cirebon PRA Arief Natadiningrat Budayawan Jawa Barat Mantan Bupati Purwakarta Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi