POP Dinilai Tidak Ada Kejelasan, Ini Kata Pengamat Pendidikan

Dalam program ini, Kemendikbud akan melibatkan organisasi-organisasi masyarakat yang disebut mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan

Pengamat Pendidikan Indra Charismiaji (Foto: net)

JABARNEWS | BANDUNG - Terkait dengan pengundurannya Nahdlatul Ulama (NU) dan Muhammadiyah dari Program Organisasi Penggerak (POP) yang masih menjadi polemik.

Pengamat Pendidikan Indra Charismiaji mempertanyakan kejelasan POP terlebih lagi, Indra mengatakan indikator, kriteria dan tujuan keberadaan POP ini menurutnya makin menunjukkan ketidakjelasan. Sejak awal, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) dinilai tidak menjelaskan kriteria, indikator, tujuan organisasi penggerak.

Baca Juga:

Icip-icip Light Meal Nusantara & Western Di Dimz Lounge

Batik Desain Kang Emil Ada di Pameran Legenda Batik Nusantara 2019



"Tujuan program tersebut tidak jelas, dari seleksinya dari awal program itu muncul. Sekarang indikatornya apa, kriteria seperti apa, tujuan atau goalnya seperti apa," kata Indra Kamis (23/7/2020).

Indra mengaku, organisasinya yakni Center for Education Regulations and Development Analysis (CERDAS) juga menarik diri dari program tersebut. Ia pun menilai wajar bila akhirnya NU dan Muhammadiyah sampai mengundurkan diri dari program tersebut dan itu merupakan ketegasan yang dimiliki kedua ormas tersebut.

"Jadi saya menilai keputusan NU dan Muhammadiyah mundur menegaskan sikap politik mereka, bahwa mereka sebagai dua organisasi terbesar saja tegas tidak ingin organisasi mereka menjadi bagian dari sesuatu yang tidak jelas," kata Indra dilansir dari Republika.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : POP NU Muhammadiyah Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini

berita terkait

Kisah Inspiratif Dari Sang Difabel Bertalenta

Hati-hati Buku Ajar Kontroversi!

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi