Kemendag Segera Tarik Garam Himalaya dari Peredaran, Ada Apa?

Produk garam himalaya yang beredar di Indonesia masuk kategori berbahaya untuk dikonsumsi.

Kementerian Perdagangan (Kemendag) memusnahkan 2,5 ton garam himalaya di Balai Pengawasan Tertib Niaga Bekasi, di Cikarang, Rabu (23/7/2020). (Foto : Biro Humas Kementerian Perdagangan)

JABARNEWS | JAKARTA - Kementerian Perdagangan (Kemendag) menyatakan segera melakukan tindakan tegas lanjutan terkait produk garam himalaya. Seluruh produk akan ditarik dari peredaran, baik toko ritel modern maupun pedagang di toko online Indonesia.

"Semua garam himalaya yang ada di toko ritel modern sudah kita tarik dan amankan. Toko daring juga sudah kita minta untuk tidak memperdagangkan garam tersebut," kata Direktur Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) Veri Anggrijono dilansir dari laman Medcom.id, Kamis (23/7/2020).

Baca Juga:

Regulasi IMEI Ditetapkan , Samsung Indonesia Nyatakan Semua IMEI Sudah Tersertifikasi

Gedung DPR, Kemendag dan Kementan Digeledah KPK



Tindakan tegas sebelumnya dilakukan kepada sejumlah pelaku usaha yang mengedarkan produk garam himalaya dalam kemasan. Pemusnahan telah dilakukan untuk 2,5 ton barang bukti garam himalaya.

"Kami sudah lakukan perintah penarikan barang dan surati peritel modern untuk tidak memperdagangkan garam tersebut, dan penjualan daring juga kami minta tidak melakukan penjualan," ujar Veri.

Veri menegaskan bahwa produk garam himalaya yang beredar di Indonesia masuk kategori berbahaya untuk dikonsumsi. Sebab, pelaku usaha yang terlibat mengedarkan tidak melakukan prosedur standar nasional Indonesia (SNI) wajib.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Kementerian Perdagangan Garam Himalaya Garam Berbahaya Bahaya Dikonsumsi Veri Anggrijono Standar Nasional Indonesia Izin Edar Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

2020 Minyak Curah Dilarang Beredar

Pemkab Purwakarta Terima Penghargaan Pasar Tertib Ukur

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi