POP Kemendikbud, Komisi X DPR: Bola Salju Yang Membesarkan Isu Lain

Banyak guru yang protes karena tunjangannya distop, ia juga melihat ketidakadilan perihal pemberian dana.

Abdul Fikri Faqih. (Foto: net)

JABARNEWS | BANDUNG - Seperti diketahui Program Organisasi Penggerak (POP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) merupakan salah satu program unggulan Kemendikbud yang melibatkan organisasi-organisasi masyarakat yang mempunyai kapasitas meningkatkan kualitas para guru melalui berbagai pelatihan.

Namun, program tersebut dipertanyakan mengenai transaparansi anggarannya setelah adanya pemberian dana kategori Gajah sebesar Rp 20 miliar. Tetapi hal tersebut dikritik, karena diberikan kepada organisasi yang disebut corporate social responsbility (CSR), yaitu Tanoto Foundation dan Sampoerna Foundation.

Baca Juga:

Pray For Sulawesi

Kisah Inspiratif Dari Sang Difabel Bertalenta



Hal ini dipertanyakan oleh Wakil Ketua Komisi X DPR, Abdul Fikri Faqih, menurutnya, banyak guru yang protes karena tunjangannya distop, ia juga melihat ketidakadilan perihal pemberian dana.

"Kemarin marak guru yang protes karena tunjangannya disetop. Sekarang anggaran Gajah malah dikasih buat melatih guru, tapi melalui perusahaan besar, ini ironi," katanya Minggu, (26/7/2020).

Fikri juga menyebutkan, anggaran pelatihan disalurkan ke perusahaan besar terlebih dahulu akan menimbulkan masalah yang lebih besar, khususnya di kalangan tenaga pengajar atau guru.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Komisi X DPR Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini

berita terkait

Seorang Pria Di Sumedang Di Bacok Saat Sholat Isya

Komisi X DPR RI Menilai Persiapan UN di Purwakarta Cukup Baik

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi