POP Kemendikbud, Anggota Komisi X DPR RI: Organisasi CSR Harusnya Malu

Kebijakan yang dibuat olek Mendikbud Nadiem Makarim membuat kegaduhan selama pandemi Covid-19.

Anggota Komisi X DPR RI, Ali Zamroni (Foto: net)

JABARNEWS | BANDUNG - Setelah Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) tarik diri dari Program Organisasi Penggerak (POP) Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) muncul asumsi negatif dari Anggota Komisi X DPR Ali Zamroni.

Ali Zamroni dalam rilisnya mengatakan, kebijakan yang dibuat olek Mendikbud Nadiem Makarim membuat kegaduhan selama pandemi Covid-19.

Baca Juga:

Icip-icip Light Meal Nusantara & Western Di Dimz Lounge

Batik Desain Kang Emil Ada di Pameran Legenda Batik Nusantara 2019



"Kita telah ketahui betapa ketiga organisasi ini berkontribusi membangun dunia pendidikan di indonesia sejak lama dan informasi bahwa tidak Lolosnya beberapa organisasi yang sudah layak seperti Muslimat NU, Aisyiyah, IGNU dan lain lain," ujar Ali Senin (27/7/2020).

Seharusnya kata Ali, yang mundur dari POP tersebut bukan ketiga organisasi tadi. Melainkan Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation karena menurutnya kedua organisasi tersebut merupakan organisasi corporate social responsbility (CSR).

"Semestinya yang malu dan mengundurkan diri dari program ini yaitu Sampoerna Foundation dan Tanoto Foundation bukan NU Muhammadiyah dan PGRI," tegas Ali. yang melihat sejumlah kebijakan dari Nadiem menimbulkan perdebatan.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : POP Kemendikbud NU Muhammadiyah PGRI Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini

berita terkait

Hati-hati Buku Ajar Kontroversi!

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi