Nadiem Makarim Minta Maaf ke NU, Muhammadiyah dan PGRI

Nadiem mengakui POP yang digagasnya masih jauh dari kesempurnaan.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Nadiem Makarim. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim meminta maaf kepada 3 organisasi kemasyarakatan Muhammadiyah, Nahdatul Ulama (NU), dan Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) terkait polemik Program Organisasi Penggerak (POP) Kemendikbud.

Nadiem mengakui POP yang digagasnya masih jauh dari kesempurnaan sehingga membuat Muhammadiyah, NU, dan PGRI mundur dari program ini.

Baca Juga:

HPN 2019: Sambut Mendikbud Dan Gubernur Jabar, Pemkab Majalengka Siapkan Tampilan Seni Budaya

LP Ma'arif PBNU Protes Kemendikbud, Gara-gara Disebut Radikal Di Buku Pelajaran



"Dengan penuh rendah hari, saya memohon maaf atas segala keprihatinan yang timbul dan berharap agar tokoh dan pimpinan Muhammadiyah, NU, dan PGRI bersedia terus memberikan bimbingan dalam proses pelaksanaan program, yang kami sadari betul masih jauh dari sempurna," kata Nadiem dalam video singkat kepada wartawan, Selasa (28/7/2020).

Meski begitu dia berharap Muhammadiyah, NU, dan PGRI dapat kembali bergabung dalam POP sebab ketiga ormas ini banyak berjasa terhadap negara di dunia pendidikan. Bahkan sebelum Indonesia merdeka.

"Tanpa dukungan dan partisipasi semua pihak mimpi kita bersama untuk menciptakan pendidikan berkualitas untuk penerus bangsa akan sulit tercapai, kami di Kemdikbud siap mendengar siap belajar," tegasnya.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Mendikbud Nadiem Makarim Minta Maaf Muhammadiyah PGRI Nahdatul Ulama Program Organisasi Penggerak Pelemik POP Kemendikbud Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Inilah Alasan Presiden Jokowi Fokus Bangun Infrastruktur

Gebyar Dikbud di Garut Dimeriahkan Siswa SLB

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi