Nadiem Makarim Minta Maaf Soal Polemik POP, Ini Kata Cak Imin

Muhammadiyah dan NU harus membantu pemerintah, khususnya Kemendikbud.

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto: Fraksi PKB)

JABARNEWS | JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah menyampaikan permintaan maafnya atas polemik Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem juga meminta agar Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan PGRI kembali mengikuti POP untuk membantu reformasi pendidikan nasional.

Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar mengimbau agar NU dan Muhammadiyah pun segera menyambut baik itikad Nadiem tersebut.

Baca Juga:

HPN 2019: Sambut Mendikbud Dan Gubernur Jabar, Pemkab Majalengka Siapkan Tampilan Seni Budaya

LP Ma'arif PBNU Protes Kemendikbud, Gara-gara Disebut Radikal Di Buku Pelajaran



"Saya kira ini langkah positif Pak Mendikbud yang harus disambut baik juga oleh NU dan Muhammadiyah," ujar Muhaimin di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, Muhammadiyah dan NU harus membantu pemerintah, khususnya Kemendikbud, terlebih di masa pandemi saat ini. Sebagai contoh, Muhaimin menyebutkan persoalan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sampai sekarang belum ada solusinya, terutama di desa-desa. Padahal situasi ini membutuhkan tidak hanya terobosan, tapi harus dilakukan dengan cepat.

"Ini sangat tidak efektif. Pendidikan melalui jarak jauh ini tidak efektif bagi kalangan menengah bawah, tapi menengah atas efektif. Saya khawatir ini nanti akan terjadi lost generation, kualitas pendidikan kita menurun," tuturnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Mendikbud Nadiem Makarim Polemik POP Cak Imin Muhaimin Iskandar Program Organisasi Penggerak Nahdlatul Ulama Muhammadiyah PGRI Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Gebyar Dikbud di Garut Dimeriahkan Siswa SLB

Gubernur Jawa Barat Usulkan SD hingga SMA Dibangun di Satu Lokasi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi