Live Stream Bandung 132 TV


Nadiem Makarim Minta Maaf Soal Polemik POP, Ini Kata Cak Imin

Muhammadiyah dan NU harus membantu pemerintah, khususnya Kemendikbud.

Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar (Cak Imin). (Foto: Fraksi PKB)

JABARNEWS | JAKARTA - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) telah menyampaikan permintaan maafnya atas polemik Program Organisasi Penggerak (POP). Nadiem juga meminta agar Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, dan PGRI kembali mengikuti POP untuk membantu reformasi pendidikan nasional.

Wakil Ketua DPR, Abdul Muhaimin Iskandar mengimbau agar NU dan Muhammadiyah pun segera menyambut baik itikad Nadiem tersebut.

Baca Juga:

PKB Buka Peluang Pasangkan Cak Imin dengan Anies di Pilpres 2024

Ketua PBNU Hadiri Peletakan Batu Pertama Gedung PCNU Purwakarta, Begini Pesannya



"Saya kira ini langkah positif Pak Mendikbud yang harus disambut baik juga oleh NU dan Muhammadiyah," ujar Muhaimin di Kompleks DPR/MPR, Jakarta, Rabu (29/7/2020).

Menurut dia, Muhammadiyah dan NU harus membantu pemerintah, khususnya Kemendikbud, terlebih di masa pandemi saat ini. Sebagai contoh, Muhaimin menyebutkan persoalan Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) yang sampai sekarang belum ada solusinya, terutama di desa-desa. Padahal situasi ini membutuhkan tidak hanya terobosan, tapi harus dilakukan dengan cepat.

"Ini sangat tidak efektif. Pendidikan melalui jarak jauh ini tidak efektif bagi kalangan menengah bawah, tapi menengah atas efektif. Saya khawatir ini nanti akan terjadi lost generation, kualitas pendidikan kita menurun," tuturnya.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Mendikbud Nadiem Makarim Polemik POP Cak Imin Muhaimin Iskandar Program Organisasi Penggerak Nahdlatul Ulama Muhammadiyah PGRI Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi