Pengamat Nilai ASN Pemprov Jabar Lalai

Kurang Pengawasan. Seharusnya perketat pengawasan di pasar, perkantoran, fasilitas dan angkutan umum.

Pengamat Pemerintahan, Politik dan Pertahanan Universitas Padjajaran (Unpad), Yusa Djuyandi. (Foto: Dok. Pribadi)

JABARNEWS | BANDUNG - Pengamat Pemerintahan, Politik dan Pertahanan Universitas Padjajaran (Unpad), Yusa Djuyandi mengatakan kebijakan New Normal di perkantoran terkadang disalah tafsirkan oleh sebagian ASN. Sehingga bisa melaksanakan kebiasaan normal seperti biasanya.

Hal tersebut diungkapkannya menyusul ditemukannya kasus 40 orang pegawai Gedung Sate yang terkonfirmasi positif Covid-19.

Baca Juga:

Terima Delegasi Selangor, Emil Tawarkan One Village One Company

Sakip Award 2018, Jabar Kembali Raih Predikat



"Sekarang era new normal, tapi banyak orang terlanjur menganggap normal. Relaksasi dianggap sebagian masyarakat sebagai kebebasan. Sayangnya itu juga dipersepsikan oleh sebagian ASN dan politisi," kata Yusa saat dihubungi Jabarnews.com, Jumat (31/7/2020).

Yusa mengatakan, kontrol terhadap masyarakat, termasuk ASN, yang lebih longgar membuat angka penyebaran Covid-19 semakin bertambah.

Menurutnya, kebijakan AKB tidak salah, hanya kurang begitu terkontrol. Sehingga tak bisa dipungkiri kebijakan menggunakan masker, social distancing, menjaga kebersihan tangan, seolah akhirnya hanya jadi aturan formal.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : ASN Pemprov Jabar ASN Lalai Pemprov Jabar Positif Covid-19 Pengamat Pemerintahan Politik dan Pertahanan Universitas Padjajaran Unpad Yusa Djuyandi Jabarnews Berita Jawa Barat Penerapan Protokol Kesehatan

berita terkait

Motor Listrik dan Sepeda Listrik Wajib Bayar Pajak!

Jabar Sabet APPSI Gubernur Awards Di Surabaya

Wagub Uu Resmikan Gedung Pusat Kemanusiaan Di Soreang

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi