Waduh, Sejumlah Mantan Pejabat BUMN Ini Dipanggil KPK

Atas kontrak kerja sama mitra/agen tersebut, seluruh mitra/agen tidak pernah melaksanakan pekerjaan berdasarkan kewajiban yang tertera dalam surat perjanjian kerja sama sehingga KPK menyimpulkan telah terjadi pekerjaan fiktif.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri. (Foto: Antara/Benardy Ferdiansyah)

JABARNEWS | JAKARTA - Komisi Pemberatasan Korupsi (KPK) memanggil mantan Wakil Menteri BUMN tahun 2011 Mahmuddin Yasin dalam penyidikan dugaan tindak pidana korupsi kegiatan penjualan dan pemasaran pada PT Dirgantara Indonesia (DI) tahun 2007-2017.

"Yang bersangkutan dipanggil sebagai saksi untuk tersangka BS (Budi Santoso)," kata Plt Jubir KPK Ali Fikri di Jakarta, Senin (14/9/2020).

Baca Juga:

Desakan PDIP Untuk Bubar Terus Berlanjut, Ini Kata Pengamat

Bupati Cirebon, Imron Rosyadi Sampaikan Ini Soal Pejabat Eselon Baru Dilantik



Selain Mahmuddin, KPK juga memanggil mantan Kepala Biro Hukum Kementerian BUMN sekaligus Wakil Direktur PT Pelindo II, Hambra sebagai saksi untuk tersangka Budi.

Dalam perkara dugaan korupsi di PT DI ini, KPK telah menetapkan mantan Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan mantan Asisten Direktur Utama Bidang Bisnis Pemerintah PT DI Irzal Rinaldi Zailani sebagai tersangka.

Budi dan Irzal bersama-sama dengan para pihak lain pada 2008 diduga melakukan kegiatan pemasaran penjualan di bidang bisnis di PT DI.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Mantan Pejabat BUMN KPK Komisi Pemberantasan Korupsi Dugaan Korupsi PT Niaga Putra Bangsa Direktur Aircraft Integration Direktur PT Angkasa Mitra Karya PT Bumiloka Tegar Perkasa PT Abadi Sentosa Perkasa Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini Jawa Barat

berita terkait

KPK Akan Kaji Kasus Korupsi Toilet Di Kabupaten Bekasi

KPK Laporkan Penggunaan Anggaran Turun Dari Tahun 2019

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi