Live Stream Bandung 132 TV


Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Pemerintah Harus Punya Batasan Tunda Pilkada

Penyelenggara dan kandidat di pilkada yang positif Covid-19 telah bermunculan, termasuk Ketua KPU RI Arief Budiman.

Ilustrasi- Pilkada 2020 (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Kasus Covid-19 yang terus meningkat membuat sejumlah pihak meminta agar tahapan Pilkada 2020 dihentikan.

Pihak terkait dalam penyelenggaraan pilkada semestinya punya standard, kondisi pandemi Covid-19 seperti apa yang dapat membuat Pilkada 2020 dilakukan penundaan kembali.

Baca Juga:

BMKG Sebut Hujan Sedang hingga Lebat Berpotensi Terjadi di Daerah Ini

Anwar Sadad: Bank Minim Inovasi, Pencairan BLT UMKM Di Sukabumi Sebabkan Kerumunan



Dorongan untuk menghentikan tahapan pilkada datang dari Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM). Ribuan orang juga telah menandatangani petisi "Keselamatan dan Kesehatan Publik Terancam, Tunda Pilkada ke 2021" di situs Change.org.

Meskipun demikian, Pemerintah, DPR RI, dan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI tetap bergeming untuk melanjutkan tahapan pilkada yang sedang berjalan.

Padahal, penyelenggara pemilu dan kandidat di pilkada yang positif Covid-19 telah bermunculan. Terakhir, Ketua KPU RI Arief Budiman bahkan terkonfirmasi positif Covid-19.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : DEEP Indonesia Pilkada 2020 Pilkada Serentak 2020 Ketua KPU RI Arief Budiman Positif Covid-19 Penundaan Pilkada 2020 Yusfitriadi Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Terkini

berita terkait

Biografi R.A. Kartini, Sosok Inspiratif Kaum Perempuan

Tanpa Dicicil, THR PNS Dibayarkan H-10 Lebaran

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi