Live Stream Bandung 132 TV


Desak Penundaan Pilkada, Begini Kata Peneliti Bidang Politik TII

Masa kampanye yang akan dimulai tiga hari setelah penetapan pasangan calon (paslon) juga berpotensi menghadirkan kerumunan massa yang sama.

The Indonesian Institute (TII) merilis laporan akhir tahun Indonesia 2019 dengan mengangkat beragam topik termasuk persoalan politik sepanjang 2019, di kantor The Indonesian Institute, Menteng, Jakarta, Selasa (17/12). (Foto: Republika)

JABARNEWS | JAKARTA - Sebuah lembaga penelitian kebijakan publik (Center for Public Policy Research), The Indonesian Institute (TII) mendesak Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk menunda pelaksanaan Pilkada Serentak tahun 2020, setelah banyaknya pelanggaran protokol kesehatan di setiap daerah dan meningkatnya kasus Covid-19.

Peneliti bidang politik TII Rifqi Rachman dalam keterangan resminya mengakatakan, bahwa protokol kesehatan hanya menjadi legitimasi keberlanjutan Pilkada 2020 di tengah ancaman Covid-19. Sebab, protokol tersebut tidak berhasil menjadi instrumen pembeda yang memberikan cara main tak biasa bagi para bakal pasangan calon (Bapaslon) yang mendaftar.

Baca Juga:

Tambah 14 Ribu, di Indonesia Sudah Ada 2 Juta Kasus Covid-19

Tiga Manfaat Akar Alang-alang Bagi Kesehatan, Diantaranya Obati Darah Tinggi



"Fakta di lapangan memperlihatkan keadaan yang berbeda. Banyak petahana justru menjadi terduga pelanggar protokol kesehatan, karena turut andil dalam menghadirkan kerumunan massa," katanya, Senin (21/9/2020).

Kenyataan tersebut menghadirkan kegamangan. Bukan hanya bagi kalangan pemerhati pemilu, namun juga bagi masyarakat luas. Sebab, ekses dari pelanggaran protokol kesehatan di masa pendaftaran akan menimbulkan sumber-sumber penularan Covid-19 yang baru. Penularan ini akan menyasar kelompok masyarakat secara acak.

"Pemerintah daerah, termasuk kepala daerah yang kembali mencalonkan diri ataupun tidak, sudah seharusnya merasa keberatan atas fenomena kerumunan massa tersebut. Sebab, beban kerja mereka dalam melawan Covid-19 menjadi semakin berat," ungkap dia.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : Peneliti Bidang Politik TII The Indonesian Institute Penundaan Pilkada Pilkada Serentak 2020 Pemilihan Kepala Daerah Covid-19 Jabarnews Berita Jawa Barat Berita Jabar Terkini Jawa Barat

berita terkait

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi