La Nina Berkembang di Samudra Pasifik, Ini Dampaknya Bagi Indonesia

Diperkirakan pada Desember hingga Februari 2021, peningkatan curah hujan akibat La Nina dapat terjadi di Kalimantan bagian timur, Sulawesi, Maluku-Maluku Utara dan Papua.

Ilustrasi- Citra Satelit. (Foto: BMKG)

JABARNEWS | JAKARTA - Anomali iklim La Nina saat ini terpantau berkembang di Samudra Pasifik Ekuator dan diperkirakan akan mencapai intensitas moderate hingga akhir 2020, sehingga perlu diwaspadai dampaknya yang juga dirasakan wilayah Indonesia.

"Dampak La Nina tidak seragam di seluruh Indonesia. Pada Oktober-November, peningkatan curah hujan bulanan akibat La Nina dapat terjadi hampir di seluruh wilayah Indonesia kecuali Sumatera," kata Deputi Bidang Klimatologi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Herizal dalam rilis yang diterima, Sabtu (3/10/2020).

Baca Juga:

Waspada! Lampung Diguncang Gempa, BMKG: Memiliki Pergerakan Sesar Naik

Gempa Bermagnitudo 4,7 Guncang Pangandaran, Getaran Terasa di Tasikmalaya



Hingga akhir September 2020, pemantauan terhadap anomali iklim global di Samudera Pasifik Ekuator menunjukkan bahwa anomali iklim La Nina sedang berkembang.

Indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) menunjukkan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tengah dan timur dalam kondisi dingin selama enam dasarian terakhir dengan nilai anomali telah melewati angka minus 0,5 derajat Celsius, yang menjadi ambang batas kategori La Nina.

Perkembangan nilai anomali suhu muka laut di wilayah tersebut masing-masing adalah minus 0,6 derajat Celsius pada Agustus dan minus 0,9 derajat Celsius pada September 2020.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Samudra Pasifik Ekuator La Nina BMKG Prakiraan Cuaca Musim Hujan Curah Hujan Bencana Hidrometeorologis Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Wisata Bali Lestari Jadi Lokasi Ajang Foto Selfi

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

JMN Channel

tag populer

unduh aplikasi