Live Stream Bandung 132 TV


DPRD Jabar Kecewa kepada Pihak Dinkes Kabupaten Bogor, Ini Sebabnya

Semestinya alat tersebut sudah dapat difungsikan sejak diserahkan dari Pemprov Jabar pada akhir Agustus 2020 lalu, sehingga bisa mempercepat proses uji spesimen tes usap di Kabupaten Bogor.

Ilustrasi- Gedung DPRD Jawa Barat. (Foto: Net)

JABARNEWS | BANDUNG - Anggota DPRD Jawa Barat, Asep Wahyuwijaya alias AW kecewa pada Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor yang tak kunjung memfungsikan alat Polymerase Chain Reaction (PCR) bantuan dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar.

"Kenapa alat itu tidak dipergunakan? Alat yang paling efektif untuk mengukur berapa jumlah sebaran warga yang terinfeksi COVID-19 hanya dengan cara swab test (usap)," ujar Ketua Fraksi Partai Demokrat DPRD Jawa Barat dilansir dari laman Antara, Senin (5/10/2020).

Baca Juga:

Banyak Mafia Tanah, DPRD Minta Pemprov Jabar Benahi Inventarisasi Aset Daerah

Duh! Selama Pandemi Covid-19, Serangan Siber ke Pemprov Jabar Capai 10 Juta



Menurut legislator asal Kabupaten Bogor itu, semestinya alat tersebut sudah dapat difungsikan sejak diserahkan dari Pemprov Jabar pada akhir Agustus 2020 lalu, sehingga bisa mempercepat proses uji spesimen tes usap di Kabupaten Bogor.

"Fraksi Partai Demokrat menekankan betul kepada eksekutif agar tes PCR bisa dilakukan lebih masif lagi, apalagi bagi warga yang tinggal di daerah penyangga DKI Jakarta. Eh, ternyata sekarang sudah dikasih (alat PCR) malah, tidak dipakai," sesal Anggota Komisi V DPRD Jawa Barat itu.

AW mengaku kesal terhadap lambatnya proses tes PCR di Kabupaten Bogor yang lamanya bisa mencapai tiga pekan, dari pengambilan spesimen melalui tes usap.
Halaman selanjutnya 1 2
Tags : DPRD Jawa Barat Anggota DPRD Jabar Asep Wahyuwijaya Dinkes Kabupaten Bogor Pemprov Jabar Alat PCR Tes Swab Tes Usap Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Soal Dana PEN, DPRD Ingatkan Pemprov Jabar Hati-hati

JMN Channel

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

tag populer

unduh aplikasi