aqua

Ahmad Syaikhu Minta Jokowi Terbitkan Perppu, Cabut UU Cipta Kerja

Presiden bisa keluarkan Perppu jika memang benar-benar peduli dengan nasib pekerja dan kedaulatan ekonomi.

Presiden PKS, Ahmad Syaikhu. (Foto: Net)

JABARNEWS | JAKARTA - Presiden PKS Ahmad Syaikhu meminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendengarkan aspirasi buruh dan masyarakat sipil terkait penolakan yang luas terhadap Undang-Undang Cipta Kerja. Caranya, dengan menerbitkan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang atau Perppu dan mencabut UU Ciptaker.

Permintaan itu disampaikan Syaikhu setelah melihat aksi demonstrasi buruh dan masyarakat sipil yang menolak UU Cipta Kerja.

Baca Juga:

Pemerintah Berencana Tak Naikan UMP 2021, Begini Respons Buruh

Petugas Kemanan Jaga Ketat Tiga Titik Ini Untuk Antisipasi Kerusuhan Demo



"Presiden Jokowi harus mendengar suara buruh dan masyarakat. Terbitkan Perppu. Cabut UU Ciptaker. Sebab buruh dan masyarakat menolak keberadaannya," kata Syaikhu di Jakarta, Selasa (6/10/2020).

Menurut Syaikhu, aksi unjuk rasa buruh dan koalisi masyarakat sipil ini sangat bisa dipahami. Sebab, kandungan UU Ciptaker baik secara materil dan formil banyak cacat dan merugikan masyarakat.

"Aksi buruh dan koalisi masyarakat sipil sangat bisa dipahami. UU Ciptaker berdampak buruk bukan hanya kepada buruh dan pekerja, tetapi juga berdampak buruk ke sektor lingkungan hidup dan kedaulatan ekonomi kita," tegas Syaikhu.
Halaman selanjutnya 1 2 3
Tags : Presiden PKS Ahmad Syaikhu Presiden Jokowi UU Cipta Kerja UU Ciptaker Undang-Undang Cipta Kerja Omnibus Law Perppu Jabarnews Berita Jawa Barat

berita terkait

Laporan Tahunan Jokowi-Ma'ruf: Kolaborasi Hadapi Pandemi (Part 1)

KSP Keluarkan Laporan Tahunan Pemerintahan Jokowi-Ma'ruf

Persib

Berita Populer

Berita Terkini

Mang Jabar

jabarnews tv

tag populer

unduh aplikasi